Tradisi Pengangkonan dalam Pra Perkawinan Adat Lampung dan Relevansinya dengan Pengangkatan Anak dalam Hukum Nasional

Authors

  • Meri Fitri Yanti Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung
  • Fitriyani Saputri Institut Al-Ma’arif Way Kanan, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v12i1.366

Keywords:

Abduction, Child adoption in national law, Lampung customary marriage

Abstract

Background. In the past, Lampung people were only familiar with single-tribe marriages, that is, a person with Lampung tribe only married a partner with Lampung tribe. But over time inter-ethnic marriages began to be carried out frequently, one example is the Lampung tribe marrying a Javanese tribe, as is the case with inter-ethnic marriages in Tiuh Balak Village, Baradatu Way Kanan. This does not prevent the marriage from happening because of the seangkonan (child adoption) custom, Pengangkonan must be done if Lampung people want to marry people of different tribes or different Buay (Descendants).

Aim. The problem in this research is how the tradition of Pengangkonan in the pre-marriage of Lampung customary tribe in Tiuh Balak Village Baradau Way Kanan and how the relevance of Pengangkonan to the adoption of children in national law. So that this research aims to find out how the tradition of Pengankonan in pre-marriage Lampung customs in Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan and how the relevance of Pengankonan to the appointment of children in national law.

Methods. This research is a type of field research. The approach used is a qualitative approach with a descriptive nature, namely research that aims to describe the pre-wedding pengangkonan of Lampung customs and its relevance to adoption in national law in Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan.

Results. Based on the research that has been conducted, the tradition of pengangkonan in pre-marriage Lampung customs in Tiuh Balak Baradatu Way Kanan Village has been running in accordance with the provisions of Lampung customs prevailing in the community, where when there is a person who is native to Lampung pepadun who wants to marry someone outside the Lampung pepadun tribe, then a foster father must be found first specifically for a person who is not native to the Lampung pepadun tribe. And this anchoring is done before the marriage or pre-marriage. Furthermore, pengangkonan in the pre-marriage of Lampung customary tribe in Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan is also relevant or in accordance with the appointment of children in national law, because pengangkonan of children in Lampung customary pre-marriage has the same purpose as the purpose of adopting children in national law, namely for the best interests of the child and is carried out based on local customs

References

Arifin, Zarul, ‘Actualization of Imam Al-Ghazali’s Maslahah Concept in the Context of Mixed Marriage’, Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 8.1 (2023)

Ahmad Kamil dan H.M. Fauzan, Hukum Perlindungan dan Pengangkatan Anak di Indonesia, Cet. Ke-2, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010)

Amir Syarifudin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Edisi Pertama, Cet. Ke-3, (Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2009)

Beni Ahmad Saebani, Fikih Munakahat I, (Bandung: Pustaka Setia, 2009)

Didiek Ahmad Supadie, Hukum Perkawinan Bagi Umat Islam Indonesia, (Semarang: Unissula Press, 2015)

Hermanto, Agus, and Habib Ismail, ‘Kritik Pemikiran Feminis Terhadap Hak Dan Kewajiban Suami Isteri Perspektif Hukum Keluarga Islam’, JIL: Journal of Islamic Law, 1.2 (2020), 182–99

Maudian, Faridah Junida, A Muslimin, and Habib Shulton, ‘Perlindungan Hukum Terhadap Perkawinan Di Bawah Umur Dan Implikasinya Terhadap Hak Perempuan Perspektif Hak Asasi Manusia (HAM)’, Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 4.1 (2023), 62–74

Titik Triwulan Tutik, Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional, (Jakarta: Kencana, 2010)

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, (Bandung: Diponegoro, 2010)

Umar Haris dan Aunur Rahim, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, (Yogyakarta: Gama Media, 2017)

Hasan Basri, Keluarga Sakinah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995)

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 7 ayat (1) dan (2)

Jamaluddin dan Nanda Amalia, Buku Ajar Hukum Perkawinan, (Sulawesi: Unimal Pers, 2016)

Hilman Hadikusuma, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, (Bandung: Mandar Maju, 2014)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 39

Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 angka 9

Sabaruddin, Lampung Pepadun dan Saibatin Pesisir, (Jakarta: Buletin Waylima Manjau, 2012)

Hilman Hadikusuma, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia

Nina Yudha Aryanti dan Anna Gustina, Komunikasi Intra dan Antar Budaya Lampung, (Serang: AA Rizky, 2020)

Wawancara dengan Bapak Abdurrahman selaku Tetua Adat Lampung dengan gelar Bisa Ghatu di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 03 Januari 2023, Pukul 09.00 WIB

Wawancara dengan Bapak Suryansyah selaku Tokoh Adat Lampung dengan gelar adat Suttan Prabu di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 04 Januari 2023, Pukul 10.00 WIB

Hilman Hadikusuma, Hukum Perkawinan Adat, (Bandung, Citra Aditya Bakti, 1977)

Wawancara dengan Bapak Suryansyah selaku Tokoh Adat Lampung dengan gelar adat Suttan Prabu di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 04 Januari 2023, Pukul 10.00 WIB

Wawancara dengan Ibu Nur Hasanah sebagai masyarakat yang melakukan pengangkonan di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 03 Mei 2023, Pukul 11.00 WIB

Wawancara dengan Bapak Rusmanto, sebagai masyarakat yang melakukan pengangkonan di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 03 Mei 2023, Pukul 13.00 WIB

Wawancara dengan Bapak Rudi Hendra, sebagai masyarakat yang melakukan pengangkonan di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 03 Mei 2023, Pukul 13.30 WIB

Wawancara dengan Ibu Anita, sebagai masyarakat yang melakukan pengangkonan di Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 03 Mei 2023, Pukul 14.00 WIB

Wawancara dengan Bapak Abdurrahman dengan gelar adat Bisa Ghatu, selaku Tetua Adat Lampung Kampung Tiuh Balak Baradatu Way Kanan, Pada Tanggal 26 Desember 2022, Pukul 10.00 WIB.

Published

2024-03-19

How to Cite

Fitri Yanti, M., & Saputri, F. (2024). Tradisi Pengangkonan dalam Pra Perkawinan Adat Lampung dan Relevansinya dengan Pengangkatan Anak dalam Hukum Nasional. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah, 12(1), 39–47. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v12i1.366

Issue

Section

Articles