Folklore as the Key to Instilling Ethical Values in Javanese Language Learning

Authors

  • Balqis Fauzatul Rohmah Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Jombang
  • Choirul Anam Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Jombang

DOI:

https://doi.org/10.61181/q4jqb137

Keywords:

Ethics, Folklore, Javanese language learning

Abstract

Folklore is part of the cultural heritage created by humans and inherited from generation to generation, both orally and partially oral. In the context of education, especially in the digital era full of global information flows, folklore plays an important role in maintaining local values and the character of the nation. Culture cannot be separated from the education received, because education is a means to transfer cultural values to the younger generation. Javanese folklore, which has valuable moral, ethical, and character values, is very useful in the process of learning Javanese language in instilling ethical values. Teaching materials using folklore will shape students’ attitudes to be polite, cultured, and noble and become a pattern of regional cultural conservation and a filter against foreign cultures that are not in accordance with the personality of the nation. The method presented in this study uses a literature study with qualitative descriptiveness. The data used is secondary data such as books, journals, documents, and other publications. Data analysis was carried out in three stages, namely organize, synthesize, and identify. Through folklore, noble values can be instilled in the souls of students as part of character education. Learning Javanese language at the elementary school level not only teaches language and literature, but also shapes students’ personalities to behave according to Javanese culture that is polite and noble.

References

Suwardi, Endraswara. Metodologi Penelitian Folklor. Yogyakarta: Media Pressindo, 2009.

Kristi Wardani, “SD Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta,” JIPSINDO 1, No. 2 (2014): 119–40, https://doi.org/10.21831/jipsindo.v2i1.2885.

Zainuddin Zainuddin, “Konsep Pendidikan Budi Pekerti Perspektif Ki Hadjar Dewantara,” Kabillah : Journal of Social Community 6, No. 1 (2021): 8–25, https://doi.org/10.35127/kabillah.v6i1.138.

Suwardi. Pembelajaran dan Sastra Jawa Melalui Model Quantum Learning Lagu Tembang Dolanan Sebagai Wahana Sosialisasi Nilai Budi Pekerti,” Jurnal Ilmiah Terakreditasi Dikti Bahasa dan Seni, Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Tahun 37 No. 1. 2020. hlm 4

Danandjaja, J. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2002.

Wibowo, A. Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2017.

Suryani, N. “Cerita Rakyat sebagai Media Pembelajaran Nilai Moral dalam Pembelajaran Bahasa Jawa.” Jurnal Pendidikan Karakter, 9(3), 2019. 382–395.

Suwondo, T. “Pembelajaran Kontekstual Berbasis Budaya Lokal dalam Pengajaran Bahasa Jawa.” Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 14(1), 2018

Rahmawati, D. “Pemanfaatan Media Digital Berbasis Folklore untuk Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, 15(2), 2020

Ahmadi, Ruslan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar- Rumedia. 2014. hlm. 45

Nursapia Harahap. “Penelitian Kepustakaan.” (Jurnal Iqra’, Vol. 5, No 01, 2014), hal. 68.

Fauzan Almansur, M. Djunaidi Ghoni. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2014. hlm 84

Sukmadinata, Metode penelitian (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2012). Hlm. 111

Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hlm 67

Avereus Rahman, Adenarsy. Diplomasi Budaya Indonesia Berbasis Folklor Lisan dalam Pengajaran Bipa. Jurnal kongres Bahasa Indonesia, http://kbi.kemdikbud.go.id, 2019. hlm 1

Danandjaja, J. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain- Lain, Cetakan keenam. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. 2007. hlm 23

Sutaryanto dan Apri Kartikasari. Folklor dan Peranannya dalam Menumbuhkan Perkembangan Wawasan Multikultural Siswa Sekolah Dasar. Madiun: Proceedings International Seminar FoE (Faculty of Education. Vol. 1, No. 1 Mei., 2016. hlm 4

Hardjowirogo, Marbangun. Manusia Jawa. Jakarta: Haji Masagung. Herususanto, Budiono. 2013. Simbolisme Manusia Dalam Budaya Jawa.Yogyakarta: Hanindita Graha Widya., 2009. hlm 73

Hardjowirogo, Marbangun. Manusia Jawa. Jakarta: Haji Masagung. Herususanto, Budiono. 2013. Simbolisme Manusia Dalam Budaya Jawa.Yogyakarta: Hanindita Graha Widya., 2009. hlm 68

Su’dadah, S. (2014). Pendidikan Budi Pekerti (Integrasi Nilai Moral Agama dengan Pendidikan Budi Pekerti). Jurnal Kependidikan, 2(1), 132–141. https://doi.org/10.24090/jk.v2i1.545

Permendikbud. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah., 2016. hlm 59

Arafik, Muh. Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar Berbasis Karakter. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang., 2013. hlm 74

Muhtadi, Ali. Srategi untuk Mengimplementasikan Pedidikan Budi Pekerti Secara Efektif di Sekolah. Jurnal Pendidikan., 2011. hlm 3

Nadhiroh, Umi dan Bagus Wahyu Setyawan. Peranan Pembelajaran Bahasa Jawa dalam Melestarikan Budaya Jawa. JISABDA, Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, serta Pengajarannya. Vol. 3. No. 1., 2021. hlm 3

Danandjaja, J. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. 2007.

Nurgiyantoro, B. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2013.

Tilaar, H. A. R. Kebudayaan dan Pendidikan Nasional: Strategi Kebudayaan dan Pendidikan Nasional dalam Rangka Pembangunan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka. (2011).

Sartini. “Revitalisasi Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Daerah.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(3), 2016. 245–258

Endraswara, S. Metodologi Penelitian Folklor: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Ombak 2013.

Downloads

Published

2025-10-31

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Rohmah, B. F., & Anam, C. (2025). Folklore as the Key to Instilling Ethical Values in Javanese Language Learning. Tarsib: Jurnal Program Studi PGMI, 3(2), 22-32. https://doi.org/10.61181/q4jqb137

Similar Articles

1-10 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.