Pendampingan Penerjemahan Kitab Akhlaqul Banat Juz 1 bagi Santriwati Pondok Pesantren Al-Ghozaliyah Jombang
DOI:
https://doi.org/10.61181/fembg802Keywords:
Kitab kuning, Moralitas, Pendampingan, Pondok pesantren, SantriwatiAbstract
Artikel ini melaporkan hasil pendampingan penerjemahan kitab Akhlaqul Banat Juz 1 untuk santriwati di Pesantren Al-Ghozaliyah Jombang. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya keterampilan membaca dan penerjemahan kitab kuning secara mandiri di kalangan siswi jenjang pemula. Program ini bertujuan untuk memberikan metodologi penerjemahan yang sistematis, melatih kemampuan bahasa Arab, dan meningkatkan pemahaman santriwati terhadap isi kitab akhlak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan penerjemahan ayat demi ayat, diskusi kelompok kecil, dan evaluasi berkala. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kemampuan santriwati dalam hal pemahaman kosakata, tata bahasa Arab dasar, dan keberanian untuk mempresentasikan hasil terjemahan di kelas. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang positif berupa peningkatan motivasi untuk mempelajari kitab kuning dan kesadaran akan pentingnya moral dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya tindak lanjut berupa program pembiasaan halaqah tarjim mingguan agar keterampilan yang diperoleh dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
References
Qomar, M. (2005). Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga.
Abdullah, A. (2018). Pendidikan akhlak bagi perempuan Muslim dalam perspektif klasik dan kontemporer. Surabaya: Al-Hidayah
Baraja, U. bin A. (2002). Akhlaqul Banat. Surabaya: Al-Hidayah.
Hasanah, U. (2022). Pendekatan praktis pembelajaran bahasa Arab bagi santri pemula. Jurnal Ta’lim, 10(1)
Mahfudz, K. (2021). Internalisasi nilai akhlak melalui kajian kitab di pesantren putri. Jurnal Ilmu Keislaman, Surabaya: Al-Hidayah
Syamsuddin, H. (2020). Nilai-nilai akhlak dalam kitab Akhlaqul Banat karya Umar bin Ahmad Baraja. Jurnal Studi Islam, 13(1)
Wekke, I. S. (2017). Arabic teaching and learning in pesantren: A case study of Salafiyah and Khalafiyah. Journal of Arabic Linguistics, 12(2)
Harmaini. (2020). Pikiran positif ala Nabi Ayyub As. Proyeksi, 15(1)
Scott, N., & Seglow, J. (2007). Altruism. Berkshire: McGraw-Hill Education.
Borba, M. (2010). Membangun Kecerdasan Moral: Tujuh Kebajikan Utama Agar Anak Bermoral Tinggi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Abdurrahman, M. (2016). Model pembelajaran partisipatif dalam penguatan literasi santri. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 4(2)
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Arifin, S. (2015). Penerapan metode bandongan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren. Tarbiyatuna, 8(1)
Mahfudz, K. (2021). Internalisasi nilai akhlak melalui kajian kitab di pesantren putri. Jurnal Ilmu Keislaman, 9(1)
Madjid, N. (1997). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.
Sutrisno, & Farid, A. (2019). Literasi kitab kuning dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap teks klasik. Jurnal Pendidikan Agama Islam 6(2)
Arifin, S. (2015). Penerapan metode bandongan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren. Tarbiyatuna, 8(1)
Bruinessen, M. van. (2015). Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing.
Rosyid, M. (2019). Penguatan pendidikan karakter melalui pengajian kitab kuning di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2)
Nizar, S. (2013). Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah sampai Indonesia. Jakarta: Kencana.
Bruinessen, M. van. (2015). Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yayat Dimyati, Hanik Latifah, Zainal Fanani, Ibnu Mas'ud Luthfi, Hasan Abidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



