Problems of Qibla Direction Shift Due to Earth Plate Shift in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v13i1.488Keywords:
Qibla Direction, Earth Plate Shift, Prayer WorshipAbstract
Background. Facing the Qibla is a requirement for valid prayer. There is an issue of shifting the direction of the Qibla in Indonesian mosques due to an earthquake. The Indonesian Ulema Council (MUI) held a hearing and issued a fatwa. The fatwa caused public unrest because it did not comply with the agreement of experts in the science of Falak and Astronomy. Aim. This article aims to straighten out the controversy over the direction of the Qibla which appears to have shifted due to an earthquake and provide solutions to resolve problems related to changes in the direction of the qibla in mosques in Indonesia. Methods. Literature study takes data from primary data sources (Lajnah Falakiyah, Falak experts, books by classical and contemporary ‘ulemas that specifically discuss the Qibla), and; secondary data sources (books, journals, and notes that are relevant to the study of the Qibla). The data are analyzed using content analysis to make inferences objectively and systematically. Results. The shifting of the earth’s plates only affects changes in the earth’s map in a time span of tens or hundreds of millions of years, and will not have a significant impact on changes in the direction of the Qibla outside Makkah in the span of current human civilization.
References
Abbas, Hasjim (2010). Klarifikasi fatwa Majelis ‘ulema Indonesia Tentang Arah Kiblat, Makalah disajikan pada seminar Nasional. Surabaya: Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel.
Abidin, Hasanuddin Z. dkk (2002). Survei Dengan GPS. Jakarta: Pradnya Paramita.
Adlani, A. Nazri Tim Penyunting (1997). Himpunan Fatwa Majelis ‘ulema Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.
al-Baijuri, Ibrahim (t.t). Hasyiyah asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ‘ala Syarh al-’Allamah Ibn Qasim al-Ghazi, juz I. Beirut : Dar al-Fikr.
al-Umrî, Nadiah Syarîf (2001) . al-Ijtihâd fî al-Islâm: Ushûluh, Ahkâmuh, Afâquh. Beirût: Muassasah al-Risâlah.
Al-Zuhaili, Wahbah (1997). al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Jilid 1. Damaskus: Dar al-Fikr
Amin, Ma’ruf (6-7 April 2005). Fatwa Halal Produk Makanan, Minuman, Obat, Kosmetika, dan Produk Lainnya. Makalah. Disampaikan dalam acara Pelatihan Auditor Halal, Jakarta: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.
an-Nasa’i (1999). Sunan an-Nasa’i, Juz IV. Beirut: Dar al-Fikr.
An-Nawawi, (tth.). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Jilid III. Jaddah: Maktabah al-Irsyad.
Asrofie, M. Yusron (2005). Kyai Haji Ahmad Dahlan: Pemikiran dan Kepemimpinan-nya. Yogyakarta: Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pengurus Pusat Muhammadiyah.
At-Tirmidzi (2003). Sunan at-Tirmidzi, Juz I. Beirut: Dar al-Fikr
Bogdan, Robert and Sari Knop Biklen (1998). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.
Brink, Jan van den dan Marja Meeder (1993). Kiblat Arah Tepat Menuju Mekah, disadur oleh Andi Hakim Nasoetion dari “Mekka” Cet 1. Jakarta: Litera Antar Nusa.
Corbin, Juliet & Anselm Strauss. (2007). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tata langkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data, terj. Muhammad Shodiq & Imam Muttaqin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departeman Agama RI (1989). Al Quran dan Terjemahnya, Jakarta: Toha Putra Semarang.
Ensiklopedi Indonesia 3 (1982). Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2010
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 5 Tahun 2010.
Hadi, Sutrisno (1975). Metodologi Research. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Hamisy, Mu’ammal dan Imron A. Manan (2008). Terjemahan Tafsir Ayat Ahkam Ash Shabuni. Surabaya: Bina Ilmu.
Hasan, Syekh. H. Abdul Halim (2006). Tafsir Al-Ahkam. Jakarta: Kencana.
Hoistim, Cole R (1969). Conten Analysis for The SocialScience and Humanities. Canada: Departemen of Political Science University of British.
Hosen, Ibrahim (1987). Mâ Huwa al-Maysir Apakah Judi Itu? Jakarta: Lembaga Kajian Ilmiah IIQ.
Hosen, Ibrahim (2000). Sekitar Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.
Jamil, A (2009). Ilmu Falak Teori dan Aplikasi. Jakarta: Amzah.
Ibrahim, M Anwar (16-17 Oktober 2002). Pendalaman Fatwa. Makalah disampaikan dalam Pelatihan Auditor Halal Internal Sistem Jaminan Halal.” Jakarta: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.
Al-Mahallî, Hâsyiyah. al-’Allâmah al-Bannânî ‘alâ Matn Jam’ al-Jawâmi’, Juz II,400.
Khazin, Muhyiddin. Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek, Cet 1. Yogyakarta: Buana Pustaka.
Rasjid, Sulaiman (t.t). Fiqh Islam, Cet. XVII. Jakarta: Attahiriyah.
Majah, Ibnu (2004) Sunan Ibn Majah, Juz I. Beirut: Dar al-Fikr.
Mardalis (2002). Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Maskufa (2009). Ilmu Falak. Jakarta: Gaung Persada.
Maspoetra, Nabhan dan Assadurrahman (2007). Almanak Hisab Rukyat. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI.
Mesroeri, A. Ghozalie (1 Juli 2010). Arah Qiblat dari Indonesia, bahan rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jakarta: Rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.
Muhammad, Abi Abdillah bin Ismail al-Bukhari (t.t), Matnu Masykul al-Bukhari. Beirut: Dar al-Fikr.
Muhammad, Abi Isa bin Isa bin Surah Al- Mutaffa (t.t). Sunan Al Turmudzi. Beirut: Dar al-fikr.
Muhyidin, Khazin (t.t) Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik. Cetakan IV. Yogyakarta: Buana Pustaka.
Nasution (1996). Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasution, S (1996). Metode Research Jakarta: Bumi Aksara.
Partanto, Pius A dan Dahlan Al Barry (1994). Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.
Rusyd, Ibnu (t.t). Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, Jilid 1. Beirut: Dar al-Fikr
Said, Umar (1997). Metodologi Penelitian: Mengenal dan Mempersiapkan Rancangan Penelitian. Surabaya: Cempaka.
Sopra (12-14 juli 2010). Problematika Arah Kiblat, Waktu shalat subuh, Urgensi dan Sosialisasi. Makalah. disampaikan dalam Semiloka Nasional, Jombang: Pesantren tebuireng Jombang.
Sunggono, Bambang (1998). Metodologi Penelitian Hukum, Cet. II. Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Supriatna, Encup (2007). Hisab Rukyat & Aplikasinya-Buku Satu. Bandung: Refika Aditama.
T, Djamaluddin (2009). Penyempurnaan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari, Makalah Perkuliah-an Astronomi
Thalibi, Ismail (1993). Imam Syafi’I Mujtahid Tradisional yang Dinamis, cet. Ke-1. Jakarta: Kalam Mulia
Sabiq, Sayyid (2006). Fiqh Al-Sunnah, Jilid 1. Beirut: Dar Al-Fikr
Shiddiqi, Teungku Muhammad Hasbi Ash (1993). Koleksi Hadits-Hadits Hukum 2 Cet. IV. Jakarta: Yayasan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqi.
Syamsuddin, M. Din. Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Majelis Ulama Indonesia.
Syarifuddin, Amir (1990). Pembaharuan Pemikiran dalam Hukum Islam. Padang: Angkasa Raya.
Ya’qub, Ali Mustofa. Qiblah ash-Shalah bain al-Ka’bah wa al-Jihah. Makalah Bahan Rapat Komisi Fatwa. Jakarta: Rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.
http://www. Scribd.com/doc/ Makalah, Pengukuran Arah Kiblat dengan bayang-bayang matahari
http://blogcasa.wordpress.com, 200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Akmam Mutrofin, Faradhina Millatul Maula Syarifah, Titin Sundari, Yayat Dimyati, Rohmat Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

