Marriage without Parental Blessing from the Perspective of Islamic Family Law
DOI:
https://doi.org/10.61181/al-mawaddah.v1i2.466Keywords:
Marriage, Parents, Islamic Family LawAbstract
Marriage without parental consent from the perspective of Islamic family law is a complex issue, involving various legal, social, and moral considerations. In Islamic law, parental or guardian consent is essential to ensure the validity of a marriage, and without such consent, a marriage can be considered invalid. The research method used in this study is a qualitative approach, with data collection through in-depth interviews with couples who married without parental consent, as well as interviews with Islamic family law experts and community leaders. The principle of maslahah (benefit) is a reference in protecting the interests of individuals, families, and society. Although Islamic family law provides space for individual freedom in choosing a life partner, it still emphasizes the importance of complying with religious and moral norms. The absence of parental consent can result in serious social and psychological impacts, including conflict within the family, social isolation, and emotional tension. Therefore, this issue needs to be analyzed in depth to understand its implications in the context of law and society.
References
Beddu, M.J., Mas’ari, A., & Yanti, N. (2024). Mahar sebagai instrumen perlindungan hak-hak perempuan dalam pernikahan: Perspektif Hukum Islam. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 21(01), 474–85.
Dewi, M.K. (2022). Penolakan pemberian persetujuan menikah oleh orang tua perspektif Hukum Islam (Studi di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau) O. Diploma thesis, Universitas Islam Neneri Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Edwar, F., Muhklishin, A., Ismail, H., & Asnawi, H.S. (2023). Poligami menyimpang dan implikasinya terhadap keharmonisan rumah tangga perspektif hukum pidana (Studi kasus di Trimurjo Lampung Tengah). Indonesian Journal of Social and Humanities, 1(1) , 1–9
Fatmawati, E. (2020) Sosio-antropologi pernikahan dini: Melacak living fiqh pernikahan dini komunitas muslim madura di Kabupaten Jember. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Fiatna, A. (2024). Esensi wali nikah perspektif al-Qur’an Surat an-Nisa dan relevansinya pada kehidupan masyarakat modern. Syntax Idea, 6(2), 542–54.
Gusti, H.K. (2024). Perspektif Hukum Keluarga Islam tentang dinamika peran orang tua dalam pemilihan pasangan pernikahan menurut adat Jawa dan implikasinya terhadap perlindungan hak-hak anak. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(5), 3256–68.
Hakim, M.L., Sugianto., Muala, A., Khamim., & Ismail, H. (2020). Implementasi, kendala dan efektifitas kursus pranikah di KUA Kecamatan Pontianak Tenggara. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 311–28.
Hermanto, A., Ismail, H., Rahmat, & Arsyad, M. (2021). Penerapan batas usia pernikahan di dunia Islam: Review literature. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 9(2), 23–33.
Ibrahim, A. (2024). Social practice and the meaning of the erang-erang tradition in the context of Bugis Community Weddings from the perspective of maslahah. Marital_HKI, 131–48
Ismail, H., & Khotamin, N.A. (2017). Faktor dan dampak perkawinan dalam masa iddah (Studi Kasus di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah). Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 2(1), 135–60.
Ja’far, A.K. (2018). Pembaruan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Analisis Peraturan Perundang-Undangan Tentang Batas Usia Perkawinan). Lampung: UIN Raden Intan.
Lestari, N, (2018). Problematika Hukum Perkawinan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan, 4(1), 43–52
Mardiantari, A., Farida, A., Dimyati, M., & Dwilestari, I. (2022). Tradisi masyarakat adat Jawa terhadap pantangan pernikahan di Bulan Muharam perspektif Hukum Islam. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah, 10(2), 69–78
Mulyati, F, (2014). Interpretasi Mitsaqan Ghalizan dalam Surah an-Nisa (4): 21 (Pentingnya Pencatatan Pernikahan Menurut Hukum Islam). Ittihad, 12(22), 37–55.
Nisa, A., & Andriyaldi. (2023). Esensi wali nikah perspektif Surat an-Nisa dan relevansinya terhadap masyarakat modern. Usraty: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 1–11.
Riadi, H, (2021). Sistem Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 2(1) , 77–90.
Ridwan, M., & Harahap, P.H. (2024). Perkawinan tanpa persetujuan salah satu orang tua dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Al-Usrah: Jurnal Al Ahwal As Syakhsiyah, 11(3).
Shufiyah, F. (2018). Pernikahan dini menurut hadis dan dampaknya. Jurnal Living Hadis, 3(1), 47–70.
Simamora., Padil, P., Madina, D.D. & Alfarisi, M. A. (2023). Islamic legal values in the Angkola Batak Community Marriage Onang-Onang Dance Tradition, Sumatra, Indonesia. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 8(2), 227–36
Wahyudi, A. N., Arsyad, M., Rahmawati, R., & Mukri, M. (2024). Hukum adat sebagai pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah dan akibatnya (Studi kasus Pengadilan Tulang Bawang Tengah). Bulletin of Islamic Law, 1(1), 1–12.
Wicaksono, A.B., & Ashari, W. S. (2024). Analisis perlindungan Islam terhadap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam tinjauan maqashid syariah. Rayah Al-Islam, 8(3), 888–904.
Wijaya, H.T., & Thaib, E. J. (2020). Efektivitas pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan di Kabupaten Pohuwato. As-Syams, 1(1), 30–46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 M. Habi Hendarso, A. Kumedi Ja'far

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
